MAROS,akarberita.com— Sekitar 500 paket daging kurban disiapkan Pemerintah Kabupaten Maros untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan pada momen Idul adha tahun ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maros, Andi Davied Syamsuddin, mengatakan setiap OPD diwajibkan menyetorkan minimal 25 paket daging kurban kepada panitia.
Dia menjelaskan, kontribusi tersebut merupakan bagian dari upaya gotong royong ASN dalam membantu masyarakat yang berhak menerima.
Jika diakumulasikan, jumlah paket yang terkumpul diperkirakan mencapai sekitar 500 paket.
“Itulah yang dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, yang memang layak untuk diberikan daging kurban,” lanjutnya.
Mantan Kepala Dinas Lingkungkan Hidup (DLH) kabupaten Maros ini menuturkan, seluruh paket yang terkumpul akan dikelola oleh panitia yang berada di Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Dalam proses penyaluran, panitia akan menggunakan sistem kupon yang dibagikan kepada masyarakat penerima. Setiap KK hanya akan mendapatkan satu kupon.
“Ada kupon yang dibagikan oleh panitia, nanti diambil di lokasi yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang disiapkan untuk pembagian adalah Lapangan Pallantikang. Nantinya estimasi pelaksanaan pemotongan hewan kurban akan memakan waktu 2 hari.
Untuk pengumpulan daging kurban itu sendiri, akan dikoordinasikan oleh masing-masing OPD agar berjalan tertib dan merata.
“Setiap paket yang dibagikan berisi satu kilogram daging kurban,” jelasnya.
Meski telah ditentukan jumlah minimal, OPD maupun individu diperbolehkan menyumbang lebih dari ketentuan tersebut.
Bahkan, di beberapa OPD seperti Sekretariat Daerah, jumlah paket yang disetorkan bisa melebihi 100 paket.
Dia uga menyebut, selain OPD, kontribusi pribadi dari pejabat dan pegawai turut menambah jumlah paket yang terkumpul.
“Saya secara pribadi menyerahkan ke panitia 25, kemudian asisten, kabag juga berkumpul menyerahkan juga 25,” katanya.
Selain itu, ada pula bagian yang menyumbangkan dalam jumlah lebih kecil namun tetap diterima panitia.
“Ada juga yang menyerahkan 5 per bagian, tidak apa-apa, kita tetap buka,” tutupnya.
Sekaitan dengan meminimalkan penggunaan kantong kresek, nantinya panitia akan menggunakan besek yang terbuat dari anyaman.
“Kita tidak menggunakan kantong kresek, tapi akan menggunakan besek. Ini untuk lebih menjaga lingkungan dan kesegaran daging kurban itu sendiri,” ujarnya. (Najmi S)










