Daerah

Kerja di Atap Rumah, Buruh Bangunan Tersengat Listrik

AKARBERITA.com, Parepare – Setiap pekerjaan memiliki resiko bahkan ada yang berakibat fatal jika tidak berhati-hati. Seperti salah satu warga Kota Parepare yang sempat beredar videonya saat tersengat listrik ini. Dirinya menjadi tak sadarkan diri setelah tak sengaja kepala bagian belakangnya menyentuh kabel listrik, saat sedang kerja di atap rumah.

Beruntung nyawanya berhasil diselamatkan oleh tim medis Rumah Sakit Unit Darurat (RSUD) Andi Makkasau, setelah dilarikan warga ke rumah sakit dalam keadaan hampir sekujur tubuhnya hangus dan menghitam.

Dokter Umum IGD RSUD Andi Makkasau Parepare Dewi menjelaskan, setibanya pasien tersengat listrik SR di RSUD, kondisinya dalam keadaan tak sadarkan diri. Tim medis kemudian menangani dengan cepat sehingga dalam beberapa jam kesadaran pasiennya membaik.

“Umumnya jika pasien luka bakar oleh sengatan listrik akan mengalami dehidrasi, sehingga kita pasangkan infus dua line untuk resitasi penanganan dehidrasi, kami memeriksa jalan nafasnya dengan dibantu oksigen, lalu lukanya di kompres dengan cairan NACL, kemudian memasang kateter untuk keseimbangan cairannya kita nilai cairan yang masuk maupun keluar,” jelasnya saat di Ruang IGD RSUD Andi Makkasau.

Selanjutnya kata Dewi, pasien tersebut menunggu penanganan dari Dokter Bedah untuk membersihkan lukanya di ruang operasi nanti untuk mencegah adanya infeksi.

“Alhamdulillah dalam beberapa jam setelah kami melakukan penanganan medis tersebut, pasien dari awalnya kesadaran menurun kini kesadarannya sudah bagus, dan menunggu penanganan dari dokter bedahnya,” lanjutnya.

Agar terhindar dari kejadian serupa, Dewi menghimbau seluruh masyarakat, agar selalu berhati-hati dalam melakukan suatu aktivitas. Menurutnya semua pekerjaan memiliki resiko, apalagi tukang bangunan seperti pasiennya tersebut, yang memiliki resiko kerja tinggi.

“Seperti kejadian seperti ini, kita tak ada yang tahu, karena kejadiannya tak sengaja mengenai belakang kepalanya, maka dari itu harus berhati-hati, lebih baik menggunakan pengaman berupa helm atau pengamanan sejenisnya agar hal yang tak diinginkan bisa dihindari,” imbaunya.

(Nurfadila Wahid)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Content is protected !!