Politik & Parlemen

Peci Merah Hitam Ala FAS Tunjukkan Simbol Keberagaman

AKARBERITA.com, Parepare – Tagline Sibawaki (bersama) yang diusung Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Achmad Faisal Andi Sapada-Asriady Samad (FAS), tak hanya sebatas ajakan untuk membawa Parepare ke arah yang lebih baik.

Lebih dari itu, tagline Sibawaki paslon nomor urut 2 yang merupakan pesan yang dititip mantan Wali Kota Parepare almarhum HM Zain Katoe semasa hidupnya pada calon wali kota Faisal Sapada tersebut, pun mengandung makna keberagaman. Dan keberagaman tersebut ditunjukkan melalui peci merah hitam yang kerap digunakan pasangan FAS setiap kali melakukan blusukan saat kampanye.

Faisal mengatakan, peci merah yang dikenakannya merupakan brand yang sudah puluhan tahun melekat pada dirinya. Sebagai bentuk keberagaman, peci merah yang sudah melekat pada dirinya, tentu saja tidak boleh dipaksakan agar ikut dikenakan Asriady yang mendampinginya pada Pilkada Serentak tahun ini sebagai calon wakil wali kota.

“Perbedaan yang mempersatukan FAS adalah keberagaman yang sarat toleransi. Inilah yang membuat FAS lebih beragam, lebih kaya dan lebih indah. Karena perbedaanlah yang membuat FAS bersama tim, pendukung, simpatisan dan masyarakat menjadi lebih kuat,” paparnya.

Perbedaan warna peci yang digunakan FAS, kata Faisal, bukanlah barometer yang bisa disimpulkan jika FAS bukan pasangan yang tak kompak ataupun tak konsisten. “Soal kekompakan, masyarakat bisa melihat dan menilai sendiri ketika kami mengikuti debat kandidat. FAS tetap saling menghargai, kerjasama dan saling memberi kesempatan. Kompak jangan dinilai dari peci, tapi dari kami bersikap kerjasama kami,” ujarnya.

Simbol keberagaman peci merah hitam yang dikenakan pasangan FAS, kata Faisal lagi, juga menunjukkan toleransi yang tidak bisa dipaksakan satu dengan lainnya. Menurut mantan Sekkot Parepare tersebut, toleransi hal yang panting agar terciptanya suasana yang harmonis. “Bukan hanya harmonis untuk FAS, tapi juga untuk tim, pendukung, simpatisan dan meluas hingga kemasyarakat Parepare.

(Dwi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Content is protected !!