Headline

Senin, 07 April 2025
Daerah

Pasar Induk Beras Akan Dibangun di Parepare

AKARBERITA.com, Parepare – Kementerian Perdagangan RI, akan membangun Pasar Induk Beras di Kota Parepare, yang rencana lokasinya menempati kawasan gudang Bulog Parepare di Kilometer 7, Lapadde.

Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana tersebut, Kamis (5/4) ditandatangani Kasub Divre Bulog Parepare Asmal dengan Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Parepare Lutfie Natsir, dalam Rapat Koordinasi (rakor) dengan Kementerian Perdagangan Direktur Pemasaran Mendag, yang dihadiri Kepala OJK, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan dan unsur Forkopimda, di Baruga Pattingalloang Rujab Gubernur Sulsel.

Lutfie menjelaskan, Kementerian Pedagangan menunjuk Kota Makassar dan Parepare sebagai lokasi rencana pembangunan Pasar Induk Beras. Namun, katanya, prioritas utama pembangunan akan dilakukan di Parepare. Pasar Induk Beras yang akan mengakomodir seluruh hasil pertanian daerah penghasil beras yang ada di sekitar Parepare, kata Lutfie, ke depan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian dan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat. “Selain harapan meresonansi kehidupan sosial lainnya. Tentu selaku pemerintah, kami mendukung penuh wacana tersebut,” jelasnya.

Ditargetkan, Pasar Induk Beras akan mulai beroperasi pada Agustus mendatang, yang peresmiannya oleh Presiden Jokowi. Lutfie mengemukakan, sarana pelabuhan yang dimiliki Parepare, menjadi salah satu pendukung lainya kota Habibie tersebut dijadikan lokasi pembangunan Pasar Induk Beras.

“Infrastruktur gudang yang dimiliki Bulog Parepare pun mampu menampung hingga 100 ribu ton beras. Jauh lebih besar dari daya tampung Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur yang hanya berkisar 40 ribu ton,” ungkap Lutfie.

Sementara Direktur Komersial Bulog Imam Subowo mengatakan, untuk langkah awal percepatan Pasar Induk Beras, konsentrasi pembangunan pertama akan dilakukan di Parepare. “Parepare dinilai representatif baik lokasi maupun infrastruktur yang tersedia. Termasuk aspek gudang dengan kapasitas 100 ribu ton, ketersedian beras dan penunjangnya.

(Dwi)

BAGIKAN:

Berita Terkait

1 dari 726

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *