Daerah

One Village One Product, Program Pemberdayaan Desa di Gowa

AKARBERITA.com, Gowa – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Gowa, untuk meningkatkan sektor ekonomi kerakyatan. Salah satunya, melalui program one village one product yang digalakkan pada 167 desa yang tersebar pada 18 kecamatan.

Hal itu dikemuakaan Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa Muchlis, saat menjamu peserta Community Learning Express, gabungan mahasiswa KKN Polytechnic Singapore dan tim dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), di Baruga Tinggi Mae, Rabu (19/9) malam.

One village one product merupakan gerakan revitalisasi ekonomi yang dilakukan pemkab Gowa yang melibatkan masyarakat dalam mengembangkan sebuah produk yang kemudian menjadi produk khas dan kebanggaan wilayah lokal mereka. Serta memiliki nilai kompetitif baik di pasar lokal hingga Nasional atau bahkan menembus pasar global.

“Ini yang tengah kita dorong pada seluruh desa yang ada di Gowa. Agar tiap desa memiliki satu produk unggulan, sehingga memiliki ciri khas tersendiri,” papar Muchlis.

Dengan hadirnya mahasiswa KKN dari kedua perguruan tinggi tersebut, kata Muchlis lagi, diharapkan bisa ikut membantu masyarakat khususnya di Desa Manndalle, yang telah memiliki produk unggulan untuk dikembangkan. “Kita harapkan bisa ikut memberikan edukasi-edukasi ke masyarakat terkait pengelolaan dan pengembangan prduk unggulan Kab Gowa,” jelasnya.

Sementara Ketua Pelaksana KKN Wildan Burhanuddin menjelaskan, pada kegiatan KKN singkat, para mahasiswa akan berkolaborasi mengerjakan tiga proyek sebagai program kerja, diantaranya pembuatan batu bata, pembuatan tusuk sate dan pembuatan diding dari bambu. “Para mahasiswa akan berinovasi sebagai jawaban atas persoalan yang mungkin saya masih menjadi kendala masyarakat.

(En/AkarBerita)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Content is protected !!