Headline

Sabtu, 05 April 2025
Regional

Suhartina Bohari, Dorong Kemandirian Perempuan Maros

AKARBERITA.COM, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Maros, bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Maros, Selasa (31/10/2023), menggelar pelatihan tata rias, di gedung Baruga B, kantor bupati Maros,

Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari dalam sambutannya pada kegiatan yang diikuti 50 peserta perempuan tersebut mengatakan, perempuan harus mendapatkan kesempatan untuk menunjang ketahanan dan kualitas keluarga.

“Pelatihan pemberdayaan ini menjadi wadah kegiatan masyarakat dalam peningkatan kualitas keluarga sebagai wujud kesetaraan gender dan hak-hak anak. Peran serta perempuan disetiap pembangunan pemerintahan pun senantiasa kita lakukan, keterbukaan bagi kaum perempuan,” paparnya.

Suhartina yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Maros ini mengatakan, pemkab Maros senantiasa membuka ruang kerjasama, terlebih kegiatan-kegiatan terkait perempuan. Ia juga berharap, keluaran dari kegiatan ini dapat menghadirkan MUA baru di Maros.

“Kegiatan ini semoga bisa memberikan bekal kepada peserta sehingga tercipta tenaga kerja yang terampil dam memiliki skill yang tinggi. Khususnya prospek kerja dalam bidang tata rias sangatlah baik, bahkan saat ada kegiatan-kegiatan besar nanti makeupnya cukup lewat asosiasi MUA Maros saja,” bebernya.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Wabup Maros ini menyebutkan, perempuan tidak terbatas untuk mampu mandiri. Bahkan keluarga tangguh dapat dilihat dari perempuannya.

“Saatnya kita membuang konsep perempuan tidak usah memiliki sekolah yang tinggi. Perempuan adalah madrasah pertama buat anaknya, maka perempuan haruslah berwawasan luas untuk mampu mendidik anaknya dengan baik,” tambahnya.

Sementara Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak, Hasmawati menjelaskan, 50 peserta yang hadir merupakan perempuan utusan dari 14 kecamatan, serta anggota PKK Kabupaten Maros. Tujannya, agar ibu-ibu bisa mendapatkan keterampilan dan mendapatkan penghasilan tambahan.

“Selain ibu rumah tangga, kami juga mengajak remaja-remaja putri yang tidak memiliki kegiatan lain dan tidak melanjutkan sekolah. Kita harap remaja putri bisa mendapatkan penghasilan meskipun tidak mampu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi,” tandasnya.

(Naila)

BAGIKAN:

Berita Terkait

1 dari 115

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *