Headline

Minggu, 06 April 2025
Parepare

Program BPUM Disnaker, Gerakan Pemulihan Ekonomi Parepare

AKARBERITA.com, Parepare – Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (BLT UMKM) yang difasilotasi Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Parepare, telah kucur lebih empat miliar hingga Maret tahun ini. Bantuan telah diterima sekitar 3.925 pelaku Usaha Kecil Menengah Mikro (UMKM).

Program tersebut kembali dibuka, sejak dua pekan lalu dan saat ini tengah dilakukan pengimputan data dan verifikasi. Rencananya, awal Juli mendatang pemerintah akan kembali mengucurkan bantuan kepada yang berhak menerima.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja Parepare, Abdul Latif menjelaskan, antusias masyarakat Parepare mendapatkan bantuan tambahan modal dari program BPUM tahap dua cukup tinggi. Terbukti hanya dalam waktu dua pekan, jumlah pendaftar berhasil mencapai 2.200 orang.

“Sampai hari ini tercatat ada 2.200 pendaftar, dan saya yakin jumlahnya masih akan bertambah karena data yang tercatat di Kementerian Koperasi dan UKM, pelaku UMKM Kota Parepare, jumlahnya cukup besar,” jelas Latif.

Jumlah tersebut, kata Latif, lebih besar dibanding tahun 2020 yang hanya mencapai 1.643 orang, dari sekira 26.000 pelaku UMKM Parepare yang terdata di Kementerian Koperasi dan UKM.

Sebelumnya, awal tahun ini, Disnaker Parepare juga berhasil memfasilitasi sebanyak 3.925 pelaku UMKM mendapatkan bantuan tunai BLT UMKM dengan besar bantuan Rp.1,2 juta per orang. “Alhamdulillah, yang tahap pertama saat ini dananya telah cair dan telah dinikmati oleh masyarakat Kota Parepare. Total dana yang diterima Parepare melalui bantuan ini sebesar Rp.4.710.000.000,” jelas Latif.

Rencananya, kata Latif lagi, pihaknya akan kembali membuka pendaftaran program BPUM tahap ketiga, setelah berkas yang masuk di tahap dua rampung diinput dan terverifikasi serta dikirim ke Kementerian Koperasi dan UKM.

Berkas ini dikirim melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Selatan. “Untuk sementara proses pendaftaran kita hentikan karena perlu dilakukan proses input dan verifikasi terhadap data yang telah masuk saat ini,” papar Latif.

Pihaknya, tambah Latif, berharap masyarakat, khususnya pelaku UMKM memanfaatkan dengan baik bantuan yang diterima guna meningkatkan produktifitas usaha mereka ditengah situasi pandemi serta adaptasi kebiasaan baru saat ini. “Program mendukung wali kota Parepare yang menjadikan tahun 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi. Dan kami optimis program ini bisa mendorong ekonomi Parepare secara umum,” jelasnya.

Sementara anggota Pokja BPUM Bidang Koperasi dan UKM Disnaker Parepare, Iwan mengatakan, tahun 2020 lalu pihaknya mengusulkan sebanyak 20 ribu pelaku UMKM untuk menerima bantuan tunai program BPUM. Namun, tidak semua usulan tersebut diterima oleh pihak kementerian.

Alasannya, sebagian gagal karena dinilai oleh kementerian tidak memenuhi persyaratan sehingga jatuh di proses validasi. Ia berharap, masyarakat yang belum mendapatkan bantuan ini dapat lebih mempersiapkan berkas yang dibutuhkan, yang pada dasarnya tidak terlalu sulit.

“Cukup bawa foto copy KTP dan KK (Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga) Surat Keterangan Usaha (SKU) dari kelurahan, NIB (Nomor Induk Berusaha) serta foto kegiatan usaha. Itu saja,” kata Iwan.

Program BPUM kata Iwan, disalurkan melalui bank penyalur dalam hal Bank BNI Syariah, BRI dan Bank Mandiri Syariah. “Jadi, kami hanya mendata dan menginput. Adapun verifikasi dilakukan oleh pihak kementerian, dan jika dianggap layak maka dananya langsung disalurkan ke masing-masing penerima melalui bank penyalur,” tandasnya.

(Dwi)

BAGIKAN:

Berita Terkait

1 dari 303

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *