Headline

Selasa, 03 Februari 2026
Maros

Penderita HIV/AIDS DI Maros Capai 165 Kasus

MAROS, akarberita.com — Tingkat penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maros dalam kurun waktu 5 tahun terakhir berjumlah sekitar 165 jiwa.

Penularan HIV/AIDS di Kabupaten Maros lebih di dominasi oleh seks sesama jenis. Bahkan lebih banyak dari Penularan ini didominasi lelaki seks lelaki (LSL).

Berdasarkan data yang ada, kelompok resiko LSL menempati urutan pertama dalam penyebaran HIV/AIDS, dengan jumlah 43 kasus, populasi umum mencapai 41 kasus, ODHA 14 kasus.

Bupati Maros AS Chaidir Syam usai memperingati hari HIV/AIDS di ruang pola Kantor Bupati Maros, mengatakan, berdasarkan data yang ada, penderita HIV/AIDS yang paling tinggi di tahun 2024, dengan jumlah 48 orang. Dan hingga November 2025 ini, ada pernambahan jumlah penderita HIV/AIDS sekitar 23 orang.

“Di kabupaten Maros, jumlah penderita HIV/AIDS memang mengalami peningkatan. Penularannya memang ada beberapa cara, yakni narkoba, hubungan seks,” ujarnya saat ditemui seusai pengukuhan Forum Masyarakat Peduli HIV/AIDS, senin (1/12/2025).

Chaidir mengatakan, untuk mencegah HIV/AIDS ini kian berkembang, maka pihaknya membentuk Forum Masyarakat Peduli HIV/AIDS di tingkat kecamatan, Desa dan Kelurahan.

“Harapan kita, dengan hadirnya forum ini, kita bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat lewat sekolah-sekolah dan warga supaya bisa menghindari bahaya terindikasi HIV/AIDS, terutama pada penggunaan obat-obatan terlarang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Malik Faisal mengatakan, penyebaran HIV/AIDS di beberapa kota dan kabupaten memang mengalami peningkatan. Bahkan dalam data, setiap tahunnya penderita HIV/AIDS memang mengalami peningkatan.

“Wilayah yang paling banyak penderita HIV/AIDSnya masih di dominasi kota-kota besar. Beberapa diantaranya, Makassar dan Pare-pare,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika dilihat dari tahun 2020 sampai 2023. Di tahun 2021 jumlah penderita HIV/AIDS di Sulsel berada diangka 1.500 kasus.

“Sekarang sudah ada 2.500 kasus ini naik setiap tahunnya. Namun, di 2024 lalu ada penurunan sedikit,” terangnya.

Malik mengatakan, momentum hari HIV/AIDS  inilah, Pemerintah melakukan sosialisasi.l

“Kita berharap seluruh kabupaten juga melakukan seperti yang dilakukan Maros. Sehingga kita bisa menghapus peningkatan HIV/AIDS,” jelasnya. (Najmi S)

BAGIKAN:

Berita Terkait

1 dari 22

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *