MAROS, akarberita.com-– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros menargetkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada tahun 2026 sebesar Rp41,5 miliar.
Target tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang ditetapkan sebesar Rp40,5 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maros, M Ferdiansyah, mengatakan, peningkatan target PBB 2026 dipengaruhi oleh penyesuaian penilaian terhadap objek pajak tanah dan bangunan di sejumlah wilayah.
Dia menjelaskan, penyesuaian dilakukan karena banyak objek pajak yang sebelumnya berupa tanah kosong kini telah berdiri bangunan, khususnya perumahan.
“Yang dulunya tanah kosong, sekarang sudah ada bangunannya, misalnya perumahan. Ini tentu berpengaruh pada nilai pajaknya,” katanya kepada wartawan, Senin(2/2/2026).
Selain itu, Bapenda Maros juga telah menyelesaikan penyebaran Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Penyebaran SPPT tahun ini sudah selesai pada akhir Januari. Kalau tahun lalu, itu baru disebar sekitar April,” ungkapnya.
Menurut Ferdiansyah, percepatan distribusi SPPT dilakukan agar masyarakat memiliki waktu lebih panjang untuk menerima dan melakukan pembayaran pajak.
“Kami harap masyarakat bisa lebih cepat menerima SPPT dan segera membayar pajaknya,” tambahnya.
Untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak, pihaknya juga menyiapkan sejumlah inovasi, termasuk digitalisasi sistem pembayaran dan penguatan pengawasan.
“Kami menyiapkan digitalisasi, penggunaan alat perekam pembayaran pajak untuk pengawasan, serta melibatkan banyak bank melalui kerja sama pembayaran, termasuk pembayaran secara online,” tuturnya.
Dari seluruh wilayah di Kabupaten Maros, Kecamatan Mandai tercatat sebagai penyumbang PBB terbesar.
Hal ini dipengaruhi oleh keberadaan objek pajak berskala besar, salah satunya Angkasa Pura.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, peningkatan target PBB merupakan bagian dari upaya optimalisasi pendapatan asli daerah.
“PBB menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang sangat penting untuk mendukung pembangunan,” tutupnya. (Najmi S)









