Nur Widia Purwanda
Mahasiswa Magister Manajemen Institut Andi Sapada
Mulyana Machmud
Dosen Magister Manajemen Institut Andi Sapada
AKARBERITA.COM, Parepare – Di era digital saat ini, generasi Z dan milenial menghadapi lanskap keuangan yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai kemudahan dalam pengelolaan keuangan, mulai dari aplikasi budgeting hingga platform investasi online. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan tersendiri yang tidak boleh diabaikan agar manajemen keuangan tetap efektif dan aman.
Digitalisasi telah merubah cara generasi muda memperoleh pendapatan. Banyak yang beralih ke pekerjaan freelance, remote working, atau bahkan menjadi content creator. Sistem kerja yang fleksibel ini menuntut mereka untuk dapat mengelola arus kas pribadi dengan disiplin tinggi, karena tidak selalu mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan. Adaptasi terhadap pola penghasilan yang tidak pasti menjadi modal utama agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dan merancang masa depan keuangan yang sehat.
Kemudahan akses ke berbagai platform pembayaran digital dan aplikasi fintech telah memberikan kemajuan berarti dalam memudahkan transaksi sehari-hari. Hanya dengan satu perangkat, generasi Z dan milenial dapat membayar tagihan, berinvestasi, hingga menabung. Ironisnya, kemudahan ini kadang membuat masyarakat muda lebih konsumtif dan kurang sadar terhadap arus kas keluar. Tanpa disiplin, kebiasaan belanja impulsif yang didorong oleh iklan digital dapat membuat keuangan menjadi tidak terkendali.
Di sisi lain, era digital juga menawarkan peluang investasi yang jauh lebih beragam. Kini, masyarakat muda tidak hanya terpaku pada deposito atau tabungan konvensional, tetapi juga bisa mengakses saham, reksa dana, peer-to-peer lending, hingga aset kripto. Diversifikasi investasi semakin mudah dilakukan, namun risiko yang menyertainya juga perlu dipahami dengan matang. Tidak sedikit milenial dan generasi Z yang terjebak pada investasi bodong akibat minimnya literasi dan euforia keuntungan instan.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi generasi muda adalah rendahnya tingkat literasi keuangan. Banyak yang belum memahami konsep perencanaan keuangan jangka panjang, seperti dana darurat, asuransi, dan pensiun. Kurangnya edukasi formal mengenai keuangan sejak dini membuat sebagian besar mengambil keputusan finansial secara impulsif tanpa pertimbangan matang. Padahal, strategi manajemen keuangan bukan hanya tentang mengatur uang bulanan, tetapi juga merancang kestabilan finansial untuk masa depan.
Teknologi juga membawa tantangan baru dalam bentuk ancaman keamanan digital. Meningkatnya kasus penipuan online dan kebocoran data pribadi menuntut generasi muda untuk selalu waspada dan bijak dalam bertransaksi secara digital. Manajemen keuangan yang cerdas sekarang tidak hanya soal mengatur pemasukan dan pengeluaran, tapi juga memastikan keamanan aset dari serangan digital yang semakin canggih.
Meski begitu, peluang yang dihadirkan era digital memperluas cakrawala generasi muda dalam mengembangkan aset. Kemampuan untuk memulai bisnis online, monetisasi hobi, hingga crowdfunding memberikan ruang kreativitas lebih luas. Mereka mampu merancang portofolio keuangan yang lebih dinamis sesuai minat dan potensi, sehingga tidak bergantung pada satu sumber pendapatan saja.
Peran komunitas dan influencer digital juga signifikan dalam mendorong literasi dan kebiasaan finansial positif. Berbagai kanal edukasi keuangan di media sosial memberi akses mudah ke pengetahuan praktis, tips budgeting, dan kisah inspiratif pengelolaan keuangan. Dengan adanya komunitas digital, generasi Z dan milenial bisa saling mengedukasi, mendukung, dan membangun kebiasaan positif bersama.
Pada akhirnya, kunci sukses manajemen keuangan di era digital bagi generasi Z dan milenial adalah kemampuan adaptasi dan sikap kritis. Memanfaatkan teknologi untuk kebaikan sangat penting, tetapi kontrol diri dan pemahaman risiko tetap harus diutamakan. Era digital menawarkan peluang yang sangat besar, asalkan diiringi dengan disiplin, literasi keuangan yang baik, dan kewaspadaan terhadap ancaman digital.
Dengan segala kemudahan dan tantangan yang ada, generasi Z dan milenial memiliki peluang besar untuk menjadi generasi yang melek literasi finansial dan mandiri secara ekonomi. Melalui inovasi digital, mindset finansial yang kritis, dan pemanfaatan teknologi secara bijak, mereka dapat membangun masa depan finansial yang stabil dan berdaya saing tinggi. (*)










