Headline

Senin, 02 Februari 2026
Maros

KNKT Duga Sebelum Hilang Kontak Pesawat Tabrak Bukit Bulusaraung

AKARBERITA.COM, Maros — Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengungkapkan dugaan sementara, penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 miliik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak disebabkan karena menabrak bukit atau lereng gunung Bulusaraung sebelum dinyatakan hilang kontak, Sabtu Siang (17/1/2026).

Soerjanto menjelaskan, indikasi awal menunjukkan pesawat sebenarnya masih dapat dikontrol oleh pilot. Namun dalam kondisi tertentu yang menyebabkan pesawat tidak sepenuhnya berada dalam kendali.

“Ada dugaan kuat pesawat menghantam rbukit atau lereng. Pilot masih bisa melakukan kontrol, tetapi tidak dalam kendali penuh,” ujarnya.

Soerjanto menambahkan, pihaknya menitip secara khusus kepada tim Basarnas yang ada di lokasi untuk mencari black box.

“Black box ini tempatnya ada di ekor pesawat. Sementara ekor pesawa yang ditemukan dalam kondisi hancur. Makanya saya menitip secara khusus untuk mencari black box itu,” ujarnya dalam konferensi pers pencarian pesawat ATR 42-500 di Kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin, minggu (18/1/2026).

KNKT saat ini sedang melakukan pendalaman dengan mengumpulkan data radar, rekaman komunikasi, serta menunggu temuan di lokasi dugaan jatuhnya pesawat.

Dia mengatakan, proses investigasi baru akan ditetapkan secara resmi setelah puing pesawat ditemukan dan kotak hitam dievakuasi.

“Kami baru bisa menyimpulkan penyebab pastinya setelah seluruh data dan bukti fisik terkumpul,” tambah Soerjanto. (najmi s limonu)

BAGIKAN:

Berita Terkait

1 dari 21

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *