AKARBERITA.COM, Maros – Proses seleksi Pengawas TPS (PTPS) Bawaslu Kabupaten Maros ditutup, dengan pelantikan PTPS sebanyak 1.073 orang.
Ketua Bawaslu Maros, Sufirman, Senin (22/1/2024) mengingatkan, agar selalu menjaga integritas sebagai penyelenggara pemilu di TPS nanti. Dengan begitu, pemilu berintegritas dapat tercapai di Maros.
“Cukup panjang dan melelahkan seleksi untuk menjadi Pengawas TPS, itulah komitmen kami bahwa harus benar-benar dipastikan bahwa yang terpilih adalah orang-orang yang terseleksi dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” Sufirman memaparkan.
Sufirman mengatakan, terpilihnya petugas PTPS ini, menunjukkan komitmen Bawaslu bahwa semua jajaran pengawas pemilu sampai tingkat Pengawas TPS dapat dijamin integritasnya.
“Karena empat syarat Pemilu berintegritas yakni Peserta Pemilu, penyelenggara pemilu, pemilih serta pemerintah dan perangkat-perangkatnya, harus berintegritas,” kata Sufirman
Pada seleksi, kata dia, ada sekitat 1.333 orang yang mendaftat. Pendaftaran ini terdiri dari 3 gelombang. Dari hasil seleksi tersebut tersaring hingga 1.073 kebutuhan Pengawas TPS.
Menurutnya, pengawas TPS adalah ujung tombak dari Bawaslu, karena akan mengawasi satu bagian penting dalam Pemilu, yang menentukan kualitas demokrasi kita.
Dia menambahkan, berapapun perolehan suara yang ada di TPS harus diawasi dan dijaga serta dipastikan tidak boleh ada yang berubah sedikitpun. Karena Pengawas TPS adalah peletak pertama legitimasi suara, dan garda terdepan menjaga hak pilih warga.
Sekadar diketahui, pelantikan PTPS, dilaksanakan secara serentak di 14 kecamatan se-Kabupaten Maros, oleh masing-masing ketua Panwascam.
Pasca dilantik, PTPS diberikan pembekalan berupa materi tugas, wewenang dan kewajiban PTPS. Mereka juga diarahkan untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan yang nantinya akan bersama-sama di TPS, yaitu bangun koordinasi dengan baik dengan KPPS, pihak keamanan, dan pemerintah setempat.
(Najmi S)