AKARBERITA.com, Gowa – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim tengah merencanakan penghapusan Ujian Nasional (UN).
Menanggapi rencana Mendikbud tersebut, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan angkat bicara.
Adnan mengatakan, sejak tahun 2011 lalu Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Gowa dibawah kepemimpinan Ichsan Yasin Limpo sudah tidak setuju dengan UN.
Alasannya, kata Adnan, karena UN bukanlah penentu kelulusan. “Masih segar dalam ingatan saya pada waktu itu dasar pertimbangan Alm Ayahanda Ichsan Yasin Limpo tidak setuju Ujian Nasional,” katanya.
Saat itu, kata Adnan lagi, ada beberapa alasan sehingga almarhum Ichsan Yasin Limpo tidak setuju dengan UN. Diantaranya, empat mata pelajaran yang di Ujian Nasionalkan, bukanlah merupakan representasi dari semua mata pelajaran yang di pelajari anak selama 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP dan SMA.
Kemudian, instrumen yang digunakan dalam melaksanakan Ujian Nasional hanya tes tertulis, padahal tidak semua mata pelajaran dapat diukur dengan tes tertulis. Ada mata pelajaran yang hanya bisa diukur melalui tes unjuk kerja atau tes lisan.
“UN ini menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Sehingga para siswa dipaksa tidak jujur dengan mencari kisi-kisi. Bahkan tidak jarang kita dapatkan di duga ada oknum guru yang ikut membantu siswa memberikan jawaban,” katanya.
Adnan pun tak lupa mengutarakan rasa terimakasih nya kepada almarhum ayahnya yang telah berjuang dan menjadi inspirasi di bidang pendidikan.
“Terimakasih Papa engkau selalu menjadi inspirasi, meskipun dulu banyak yg meragukan inovasimu,” ungkap Adnan mengenang perjuangan sang Ayah.
(Henra)