Headline

Minggu, 30 November 2025
Gowa

Guru Madrasah di Gowa Antusias Ikuti Batch 3 Kelas AI Mafindo Makassar

AKARBERITA.COM, Gowa — Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Makassar kembali menggelar Kelas Kecerdasan Artifisial – AI Goes To School Batch 3 di Kabupaten Gowa. Program ini menjadi bagian dari upaya Mafindo memperkuat literasi digital dan kemampuan teknologi para pendidik madrasah di Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di MAN Insan Cendekia Gowa ini terselenggara atas kolaborasi antara Mafindo Makassar, Sanggar Kurikulum 3, dan MAN Insan Cendekia Gowa. Mengusung tema “Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi dan AI bagi Guru MTs/MA se-Kabupaten Gowa”, kegiatan ini diikuti oleh 77 peserta yang terdiri atas guru madrasah tingkat MTs dan MA dari berbagai sekolah di Kabupaten Gowa.

Melalui pelatihan ini, para guru diperkenalkan pada beragam topik seperti pemahaman dasar AI, etika pemanfaatan teknologi, manajemen prompt, serta penggunaan AI dalam pembelajaran kreatif dan pengelolaan kelas. Kegiatan ini juga memberikan akses kepada peserta untuk memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai sarana belajar mandiri dan berkelanjutan.

Kepala MAN Insan Cendekia Gowa, Burhanuddin, S.Ag., M.Fil.I, menyambut antusias kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Mafindo. Ia menilai pelatihan ini menjadi ruang penting bagi guru untuk memahami manfaat sekaligus risiko AI. “Melalui kegiatan AI Goes To School, kita belajar menghadapi kecerdasan analitik. Karena AI bisa bermanfaat, tapi juga bisa merusak bila disalahgunakan,” ujarnya.

Turut hadir Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Saifuddin, S.Ag., M.Pd., yang mewakili Kepala Kemenag Gowa. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai langkah awal bagi madrasah untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan. “Karena ada kata goes to school, maka madrasah harus mampu menguasai kecerdasan artifisial. Sebagaimana nabi bersabda, akan datang masa di mana manusia dihadapkan pada kecanggihan teknologi. Maka hanya guru yang terus belajar yang akan mampu menuntun generasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Mafindo Makassar, Andi Fauziah Astrid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang telah dijalankan Mafindo sejak beberapa bulan lalu. “Jadi selain AI Goes To School yang menyasar guru-guru, Mafindo juga punya kegiatan lain seperti AI Ready ASEAN dan Next Gen AI, yang semuanya berfokus pada peningkatan literasi digital dan kesiapan masyarakat menghadapi era kecerdasan buatan,” jelasnya.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Para guru menilai program AI Goes To School membantu mereka memahami berbagai cara memanfaatkan teknologi untuk penyusunan administrasi, perangkat pembelajaran, dan media ajar yang lebih menarik bagi siswa.

“Sebelum mengikuti kegiatan ini, saya sudah sering menggunakan ChatGPT untuk membantu pekerjaan saya sebagai guru. Namun setelah pelatihan, saya mendapat wawasan baru dan dikenalkan pada berbagai aplikasi AI lain yang bisa mendukung pembelajaran,” tutur Muhammad Fadil Ilham, guru MAN Insan Cendekia Gowa.

Sementara itu, Said, guru MAS Madani Alauddin, mengapresiasi materi dan pemateri yang dinilai inspiratif. “Acaranya menarik dan penuh edukasi, dengan pemateri yang hebat. Terima kasih atas ilmunya,” ujarnya. Senada dengan itu, Meriam Copdasari, guru MTs Muhammadiyah Takwa, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi guru.

Guru MAN Gowa lainnya, Nuzul Haq, menilai kegiatan ini membuka ruang bagi pendidik untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. “Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kami untuk terus belajar dan berbagi. Semoga ada kelas lanjutan agar kami bisa semakin cakap digital,” ujarnya.

Program AI Goes To School sendiri merupakan inisiatif nasional Mafindo yang menargetkan pendampingan bagi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), program ini menjadi wujud komitmen Mafindo dalam memperkuat literasi digital dan menciptakan ekosistem pendidikan yang cerdas, etis, serta tangguh di era kecerdasan buatan.

(*)

BAGIKAN:

Berita Terkait

No Content Available

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *