AKARBERITA.COM, Maros — Jenazah korban yang ditemukan di kedalaman 200 meter dari lokasi penemuan awal serpihan pesawat berhasil diidentifikasi jenis kelaminnya.
Kepala Basarnas Muhammad Arif Anwar, pada pukul 14.20 Wita, telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki di koordinat 04°54′ 44″S dan 119° 44′ 48″ S.
“Jenazah ini ditemukan di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat, dan saat ini sedang berlangsung proses evakuasi,” ujar Arif.
Dia mengatakan, operasi pencarian ini dilakukan dalam kondisi medan ekstrem dan cuaca yang sangat menantang.
“Sejak pagi hari, tim SAR menghadapi cuaca hujan lebat dan kabut tebal dengan jarak pandang terbatas sekitar lima meter di puncak. Hal ini berdampak pada pergerakan tim, termasuk sempat terjadi pembatalan penurunan vertikal demi keselamatan personel,” jelas Arif.
Dalam pelaksanaan di lapangan, beberapa Search and Rescue Unit (SRU) bergerak sesuai pembagian sektor. SRU 1 melakukan penurunan ke arah barat menggunakan tali. SRU 3 masih berada di puncak dan sebagian personel berhasil menyeberang ke titik dua.
Sementara itu, SRU 4 yang sempat berada sekitar 200 meter dari titik misi tidak menemukan akses aman untuk dilalui dan setelah berkoordinasi dengan posko induk, diarahkan kembali ke posko.
“Tim logistik juga telah bergerak menuju puncak untuk melakukan drop peralatan dan logistik guna mendukung keberlanjutan operasi,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar mengatakan, untuk mengevakuasi korban yang ditemukan membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari lokasi penemuan.
“Untuk selanjutnya, jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk indentifikasi lebih lanjut,” tutupnya. (Najmi S)









