Daerah

Pemkab-Polres Maros Gelar Gelora Vaksin Pelajar

Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana.-Ist/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Maros – Pemerintah Kabupaten Maros bersama Polres Maros menggelar Gelora Vaksin Pelajar. Aksi vaksinasi ini digelar di Gedung Serbaguna Pemkab Maros, Kamis (25/11/2021).

Dalam kegiatan ini Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Irjen Pol Nana Sudjana meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi pelajar. Sesuai dengan sasarannya, tema kegiatan ini adalah “Kontribusi pelajar untuk negeri melalui vaksinasi menuju Indonesia sehat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif”. Meskipun sasaran utamanya pelajar, kegiatan ini juga dibuka untuk masyarakat umum.

Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan vaksinasi pelajar di Maros. Menurutnya, kegiatan ini turut membantu program pemerintah dalam mengakselerasi vaksinasi di Sulsel.

“Baru satu minggu saya menjabat sebagai Kapolda Sulsel. Maros adalah Kabupaten pertama yang saya kunjungi dalam rangka Gelora vaksinasi pelajar. Antusias pelajar kita di Maros sangat baik, terlebih ini sebagai upaya dalam menciptakan pelajar yang sehat dan produktif,” ucapnya.

Nana Sujana, mengatakan gelora vaksin pelajar ini akan membantu terwujudnya herd immunity. Merupakan program nasional dalam upaya mengendalikan covid-19.

“Agar terbentuk herd immunity di masyarakat” ujar mantan Kapolda Sulut itu.

Nana, lulusan Akpol 1988 itu, mengatakan, target vaksinasi untuk pelajar yang di gelar hari ini berkisar 5.000 orang yang tersebar di 14 kecamatan.

“Untuk di gedung serbaguna ini terdiri dari 15 sekolah SMP dan SMA yang berasal dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Maros, dengan total 700 dosis,” ucapnya.

Terkait capaian vaksinasi di Sulsel saat ini disebutnya masih berkisar 46 persen. Karena hal ini, Polda akan terus bekerja keras dan juga ada perintah dari Kapolri untuk menggelorakan percepatan vaksin agar bisa mencapai 70 persen diakhir tahun.

Dirinya melanjutkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan pemberian vaksin. Banyak beredar Hoax (berita tidak benar) ditengah masyarakat terkait penerimaan vaksinasi. Hal inilah yang menjadi penyebab rendahnya ketercapaian Vaksinasi.

“Vaksin ini aman, sudah melalui uji laboratorium, dan juga sudah dijamin kehalalannya oleh MUI. Jika sudah dijamin seperti ini pasti aman. Masyarakat tidak usah takut lagi untuk vaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengungkap, cakupan vaksinasi di Maros saat ini baru mencapai 37,8 persen. Pemerintah Kabupaten Maros menargetkan capaian vaksinasi hingga akhir tahun ini bisa mencapai 70 persen.

“Mudah-mudahan kerja sama Pemda, dengan Polri dan TNI bisa mencapai target di akhir tahun,” imbuh pria 44 tahun itu.

Maros kini telah berstatus zona hijau. Tidak ada lagi pasien Covid-19. Namun kabupaten masih memberlakukan PPKM level 3 lantaran cakupan vaksinasi masih di bawah 40 persen.

“Saat ini PPKM di suatu daerah tidak dilihat dari jumlah kasusnya. Namun dilihat dari capaian vaksinasinya,” ujarnya.

(Nurhaedah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top