Daerah

Bupati Maros Terima Penghargaan APE Kategori Utama Tahun 2020

Bupati Maros Chaidir Syam saat menerima penghargaan APE kategori utama tahun 2020.-Nurhaedah/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Maros – Bupati Maros, AS Chaidir Syam menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Utama Tahun 2020, Senin (27/09/21).

Penghargaan ini diserahkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). APE merupakan penghargaan yang diberikan kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang dinilai telah

Kategori APE yang diterima oleh Kabupaten Maros adalah kategori utama. Ini membuat maros melejit satu kategori, dari yang sebelumnya diperoleh.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, penghargaan yang diterima akan menjadi semangat baru, semangat baru untuk lebih meningkatkan program yang akan disusun oleh Pemkab Maros bersama PPPA ke depan.

“Alhamdulillah karena Maros kembali mendapatkan penghargaan APE, tapi lebih bersyukur lagi karena naik satu tingkat ke kategori utama,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Muhammad Idrus, mengatakan Kabupaten Maros pernah mendapatkan penghargaan sebelumnya pada tahun 2016 dan 2018 dengan kategori madya. Kemudian tahun 2021, Maros berhasil menggaet APE kategori utama.

“Penghargaan ini merupakan evaluasi untuk tahun 2020, karena evaluasi ini berlangsung setiap dua tahun. Namun karena Covid, diundur ke 2021,” katanya .

Idrus menegaskan, keberhasilan Maros meraih APE kategori utama, karena proses perencaannya yang telah menerapkan gender.

“Maksudnya dalam perencaan itu Semua kelompok masyarakat dilibatkan. Salah satunya dalam musrembang, semua Kelompok masyarakat, seperti kelompok ibu rumah tangga, anak, disabilitas dan yang lainnya diikutsertakan,” jelasnya.

Responsif gender juga berarti melakukan perencanan dengan berbasis data membuka wawasan.

“Contohnya bagaimana air bersih, jumlah stunting, jumlah masyarakat yang sakit. Jadi memang membuat program dengan berbasis data dan berpihak kepada semuanya,” lanjutnya.

Sehingga perencanaan yang dihasilkan benar-benar mengakomodir semua permasalahan dan kebutuhan masyarakat. menambahkan, proses perencanaan responsif gender sudah diterapkan di tingkat desa.

“Jadi pada saat musyawarah tingkat desa, yang menghadiri itu, seluruh kelompok masyarakat, tidak hanya kelompok tertentu,”

Bahkan pada tahun 2020 kata Idrus, Maros sudah melaksanakan musrembang khusus perempuan, musrembang khusus penyandang disabilitas, kemudian musrembang khusus anak. Musrembang khusus dilakukan karena biasanya pada Musrembang reguler, mereka kesulitan untuk menyampaikan pendapat.

“Makanya kami mendorong terbentuknya komunitas atau kelompok perempuan, anak, disabilitas, agar dari mereka ada yang bisa menjadi perwakilan untuk menyampaikan kebutuhan kelompoknya dalam musyawarah,” tambahnya.

Idrus berharap, kedepannya seluruh Perangkat Daerah (PD) sebaiknya menetapkan seluruh jender sebagai sasaran programnya.

“Kita harap seluruh Perangkat Daerah dapat menetapkan seluruh gender sebagai sasaran program-programnya, bukan hanya gender tertentu saja,”

Indrus berharap, melalui seluruh proses perencaan yang melibatkan gender ini akan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat dan dapat menekankan gender di Kabupaten Maros.

(Nurhaedah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top