Daerah

Disbudpar Maros Gelar Pelatihan Bagi Pelaku Usaha Kepariwisataan

AKARBERITA.com, Maros – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Maros menggelar Pelatihan Digitalisasi Branding, Pemasaran dan Penjualan pada Desa Wisata, Homestay, Kuliner, Souvernir Fotografi, digelar di Hotel Grand Town Maros, Kamis (10/6/2021).

Peserta yang ikut bergabung dilaporkan sebanyak 40 orang yang berasal dari kelompok sadar wisata dan penggiat fotografi.

Kepala Disbudpar Maros M. Ferdiansyah mengatakan, kegiatan tersebut didasari untuk meningkatkan destinasi wisata di Maros, dan kembali mendongkrak kepariwisataan di Maros, karena penting bagi para kelompok sadar wisata untuk memiliki kemandirian, dalam mempublikasikan daya tarik di wilayah wisatanya masing-masing. Selain itu, kata dia, beberapa bulan terakhir, Maros memiliki spot-spot wisata baru yang perlu dikembangkan.

“Makanya kita melaksanakan kegiatan ini supaya pelaku sadar wisata bisa mengembangkan objek wisata mereka. Melalui pelatihan ini mereka akan diajarkan mengenai cara mempromosikan objek wistanya menggunakan sosial media,” jelasnya.

Sementara, Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari yang hadir membuka kegiatan, mengaku sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pelatihan yang digagas oleh Disbudpar.

“Dengan kegiatan yang terselenggara ini bisa menjadi salah satu upaya dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Maros,” katanya.

Menurutnya, potensi pariwisata merupakan sektor yang meskipun terus dieksplorasi tetapi nilai ekonominya tidak akan habis tergerus oleh jaman, bahkan menjadi bertambah.

“Maros memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Potensi ini seharusnya sama-sama kita kembangkan,” ungkapnya.

Perempuan yang dikenal cinta akan potensi alam ini menyampaikan, potensi besar yang dimiliki oleh Maros jangan sampai sia-sia karena hanya diam dan menunggu. Sehingga, katanya, diperlukan adanya gerakan yang bisa mendorong pengembangan UMKM bidang pariwisata.

“Dengan penyampaian informasi digital yang baik, akan menjadi bagian dari transformasi ekonomi dan penguatan ekonomi pada kelompok masyarakat akan lebih produktif. Perluasan akses pasar  dapat dilakukan dengan berbagai platform digital,” terangnya.

Kepala Bidang Pariwisata, Disbudpar Maros, Yusriadi Arief yang sekaligus ketua panitia memaparkan, melalui pelatihan digitalisasi, para peserta akan belajar untuk mandiri meningkatkan daya saing, dan perlu disebarluaskan potensi wisata yang dimiliki.

Selain itu, lanjut dia, sebelum masyarakat mengunjungi tempat wisata, mereka akan berusaha mencari informasi terkait tempat yang akan mereka kunjungi.

“Disinilah peran kita untuk memberikan penyajian informasi standar berbasis digital. Karena informasi yang kita berikan tidak boleh over claim. Tapi harus merinci, mulai dari transportasi yang bisa digunakan, kegiatan apa saja yang bisa dilakukan ketika berkunjung, alokasi waktu, serta kisaran ongkos yang harus dikeluarkan,” tandasnya.

(Naila)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top