Parepare

Antisipasi Tumpukan Sampah, DLH Parepare Kerahkan Alat Berat

Aktifitas pembersihan yang dilalukan tim DLH Parepare. -dok/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Antisipasi tumpukan sampah di kawasan sekitar bantaran Salo Karajae, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Parepare, menerjunkan alat berat dan dua armada untuk melakukan pengerukan sampah yang menumpuk.

Sampah yang beragam jenis seperti sampah rumah tangga maupun sisa-sisa material bangunan itu, dikeruk dengan menggunakan alat berat berupa Buldoser, dan diangkut Armada yang telah diturunkan, di Jalan Lingkar Jend Muh Yusuf Kelurahan Watang bacukiki Kecamatan Bacukiki, Rabu (26/05/2021).

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Parepare, Andi Sinrang mengatakan, pembersihan dan pengerukan sampah di bantaran sungai karajae ini telah dilakukan dengan meratakan sampah bongkaran atau sisa-sisa material.

Sementara untuk sampah rumah tangga sudah diangkut menggunakan armada yang disiapkan.

“Sebelumnya sempat kita bersihkan dengan menggunakan alat keruk, dan memang posisinya sudah ada di bawah bantaran sungai yang tidak terjangau alat berat tersebut,” kata Sinrang.

Sebelumnya, tambah Sinrang, sering mengantisipasi lokasi tersebut dengan memasang larangan untuk tidak membuang sampah terutama di bantaran sungai.

Hanya saja, kata Sinrang lagi, masyarakat masih belum memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah terutama sisa-sisa material bangunan.

Sementara Kepala Dinas DLH Parepare, Budi Rusdi mengatakan, terkait banyaknya aktifitas warga yang membuang sampah di bantaran sungai tersebut, dirinya berharap ada kerjasama dengan masyarakat sekitar serta dari pihak pemerintah kecamatan dan lelurahan, untuk terus mengantisipasi dan mengontrol warga kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat.

“Kami berharap adanya kerjasama dari masyarakat dan meminta kepada Camat dan Lurah setempat untuk terus mengontrol dan mematau lokasi tersebut, agar warga tidak seenaknya lagi membuang sampah di tepi sungai,” papar Budi.

Pihaknya, jelas Budi, juga akan mencoba menyediakan kontainer sampah, sembari melihat perkembangan apakah masih terjadi penumpukan sampah yang berlebihan atau sudah berkurang.

(Red)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top