Parepare

Tanpa KTP Wilayah Ajatappareng, Tak Boleh Melintas di Parepare

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.-dok/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare– Pemerintah Kota Parepare bersama Forkopimda yang tergabung dalam Satgas Penangan Covid-19, Selasa (04/05/2021), menggelar rapat koordinasi perihal perpanjangan pemberlakuan pendisiplinan protokol kesehatan dan pelarangan mudik serta persiapan menjelang hari raya Idul Fitri.

Rapat koordinasi yang dihadiri Kapolres, AKBP Welly Abdillah; Kajari Parepare, Didi Haryono; Ketua DPRD Parepare, Andi Nurhatina, dan sejumlah Kepala SKPD ini menyepakati sejumlah kebijakan demi pendisiplinan protokol kesehatan. Salah satu di antaranya terkait memperketat pengawasan pengendara yang melintasi wilayah Parepare.

Tiga titik perbatasan, baik di batas kota Parepare-Sidrap, Parepare-Pinrang, maupun Parepare-Barru dijaga ketat 140 aparat TNI/Polri, Satpol, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan yang siaga 24 jam secara bergantian.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe mengatakan, pelarangan mudik akan ditindak tegas untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kapolres dengan membuat pos penyekatan di tiga titik yakni Perbatasan Pinrang, Sidrap dan Barru,” katanya.

Secara teknis, Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah menguraikan, penyekatan arus mudik algomerasi sebagai implementasi instruksi pemerintah pusat.

Bagi pengendara yang melintas, kata Welly, wajib memperlihatkan identitas kependudukan. Jika tidak, pengendara tersebut siap-siap memutar balik arah kendaraannya.

“Khusus warga Barru, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang diperbolehkan untuk melintas di Kota Parepare dengan syarat menunjukkan KTP. Selain dari itu, maka langsung putar balik tidak boleh melintas,” tegasnya.

Di setiap batas kota, kata Welly lagi, akan dipasangi spanduk yang bertuliskan warga Kabupaten Barru, Pinrang, Sidrap dan Enrekang (Ajatappareng) bisa melintas dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk.

Kendati demikian, Satgas Penanganan Covid-19 Parepare memberikan kebijakan bagi ibu hamil, orang yang bertujuan mengunjungi orang sakit, melayat, atau sedang melakukan perjalanan dinas dengan catatan memperlihatkan surat keterangan sebagai bukti otentik. “Akan ada teknis penyekatannya,” imbuh Welly.

Selain kebijakan itu, Satgas Covid-19 yang dipimpin Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, juga menyepakati peniadaan takbir keliling. “Juga larangan salat id di lapangan besar. Semuanya dilaksanakan di masjid atau di lapangan kecil. Ini untuk memastikan tidak terjadinya kerumunan sehingga memicu penyebaran Covid-19,” tandasnya.

(Dwi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top