Parepare

Pemkot Parepare Ajak Warga Awasi Pangkalan Elpiji Nakal

Dinas Perdaganan Kota Parepare, ajak warga mengawasi dan melaporkan pangkalan LPG bersubsidi yang menjual di atas HET.-DOK/AKARBERITA-

AKARBERITA.com, Parepare – Berdasarkan Peraturan Gubernur Sulwesi Selatan Nomor 11/2021 tentang Pedoman Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Liquefied Petroleum Gas (LPG), harga gas tabung melon pada tingkat pangkalan Rp18.500.

Kembali langkanya Elpiji bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin dipasaran, diduga dimanfaatkan sejumlah oknum pangkalan, dengan menaikkan harga di atas HET.

Harga Eceran Tertinggi (HET) gas Elpiji 3 Kg berdasarkan Peraturan Gubernur Sulwesi Selatan Nomor 11/2021 tentang Pedoman Penetapan HET Elpij bersubsidi, dimanfaatkan sejumlah pengecer di Kota Parepare dengan menjual gas tabung 3 kg jauh di atas HET.

Dari hasil pantauan langsung di lapangan, juga diperoleh informasi bahwa harga tingkatan pengecer, berkisar Rp 23.000 hingga Rp 25.000.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga, terlebih lagi menghadapi masa pandemi Covid-19 dan menjelang Ramadhan, Gas melon tersebut kembali sulit didapatkan dengan harga sesuai HET.

Merespon keluhan warga, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Parepare melalui Kepala Bidang Perdagangan, Ady Zulkifli mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap pangkalan-pangkalan di Kota Parepare untuk mengantisipasi kelangkaan dan kelonjakan harga tabung gas.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan Gas melon tersebut, agar mendatangi langsung pangkalan yang telah terdaftar oleh Pemerintah.

“Kami dari dinas perdagangan tidak mengenal pengecer, kami cuma kenal agen, agen lah yang membawahi pangkalan. Jadi dihimbau agar para masyarakat untuk membeli gas, langsung di pangkalan dengan harga sesuai HET, karena memang pangkalan diperuntukkan untuk masyarakat langsung, hanya saja masyarakat tidak berhak membeli di agen,”Jelas Ady.

Ady Zulkifli juga meminta masyarakat untuk membantu Pemerintah untuk mengawasi pangkalan yang membandel, dengan menjual gas Elpiji 3kg tersebut di atas harga HET.

“Kalau memang ada pangkalan yang bandel, kami akan surati dan berikan teguran tembusan ke pertamina, pasti ada tindakan. Kami memiliki personil terbatas untuk melakukan pengawasan-pengawasan di seluruh pangkalan, jadi kami mohon bantuan masyarakat untuk mengawasi pangkalan yang membandel dan segera laporkan di layanan aduan kami,”terangnya.

(Dwi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top