Regional

Pemindahan 19 Tersangka Teroris Mendapat Pengawalan Ketat

Pemindahan 19 tersangka teroris kemarin di gedung Emisaelan, bandara lama Sultan Hasanuddin. -Naila/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Maros – Sebanyak 19 tersangka teroris yang berasal dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan, Kamis (04/02/2021) kemarin, sekitar pukul 09.21 Wita, tiba di gedung Emisaelan Bandara lama Sultan Hasanuddin. Seluruh tersangka diberangkatkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air Boing 737-900 EDR.

Kapolda Sulsel, Irjenpol Merdy Syam mengungkapkan, diantara tersangka dipindahkan, ada yang merupakan anggota Front Pembela Islam (FPI) Makassar. “Di FPI, beberapa tersangka teroris hanya merupakan anggota biasa dan simpatisan FPI,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, jelas Merdy, bersama kelompok JAD Makassar, para tersangka mendeklarasi mendukung atau berbaiat pada kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang berlanjut hingga tahun 2015 silam.

“Sebagian tersangka teroris yang diamankan, adalah keluarga dari Ruli Rian Zeke dan Ulfah Handayani, yang merupakan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di gereja Katedral pulau Joli Filiphina,” Meldy menjabarkan.

Dan dari hasil pemeriksaan dan barang bukti yang diamankan, kata Meldy lagi, dari tangan tersangka berinintial AA ditemukan rangkaian bom sistem electrick push on atau push off.

Merdy menambahkan, jumlah keseluruhan tersangka teroris yang diamankan pada 6-7 Januari 2020 lalu sebanyak 23 teroris, yang merupakan pendukung khilafah ISIS. Dua tewas tertembak karena melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan, dan satu lainnya masih dalam perawatan karena luka tembak.

Para tersangka ini diganjar pasal 15 junto 7 Undang-undang V tahun 2018 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Dari pantauan, pemindahan ke 19 tersangka teroris dilakukan dengan pengawalan ketat Polda Sulsel dan Densus 88. Satu tersangka bahkan dikawal hingga dua tim densus 88.

Para tersangka mengenanakan pakaian khusus tahanan dengan mata ditutup kain hitam serta kedua kaki dan tangan dirantai besi masing-masing menggunakam dua gembok di kiri-kanannya.

Tiga dari 19 tersangka yang dipindahkan kemarin, adalah perempuan, dan mendapat pengkawalan ketat tim densus 88 berpakaian lengkap.

(Naila)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top