Daerah

Taufan Ajak Warga Yang Pernah Terpapar Covid-19 Donasi Plasma

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe dalam satu kegiatan penanggulangan penyebaran Covid-19 beberapa waktu lalu. -dok/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Upaya menekan penyebaran Covid-19 dalam wilayah Kota Parepare, pemerintah setempat mengajak masyarakat berdonasi plasma Konvalesen atau yang lebih dikenal dengan istilah penyintas, khususnya mereka yang pernah positif terpapar Covid-19.

Ajakan tersebut diserukan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, menyusul telah adanya alat apheresis yang dimiliki RSUD Andi Makkasau Parepare, yakni alat donor plasma konvalesen, salah satu metode imunisasi pasif, dengan memberikan plasma orang yang telah sembuh dari Covid-19 kepada pasien Covid-19.

Taufan mengatakan, bersyukur karena Parepare menjadi satu dari sedikit rumah sakit yang memiliki alat tersebut di Sulawesi Selatan (Sulsel). Setidaknya, kata dia, hanya tiga rumah sakit di Sulsel yang memiliki alat canggih tersebut. Dua diantaranya Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Rumah Sakit Tajuddin Chalid.

Terkait hal itu, tambah Taufan, pihaknya mengajak seluruh masyarakat yang masuk syarat kategori agar bersedia melakukan donor plasma Konvalesen sebagai salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19. “Bagi sahabat dan masyarakat yang bersyarat menjadi pendonor plasma, alat Apheresis sudah tersedia RSUD Andi Makkasau Parepare, kami siap untuk memberikan pelayanan. Mari membantu sesama kita,” katanya

Dirut RSUD Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraeny Sari mengatakan, donor plasma bertujuan sebagai terapi tambahan Covid-19 bagi pasien. Plasma orang yang pernah terpapar Covid-19 yang telah mengandung antibodi, diberikan pada pasien yang sementara terinfeksi Covid-19 agar merangsang sistem kekebalan tubuh pasien untuk melawan virus tersebut. “Terapi plasma konvalesen bisa dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang sedang menghadapi infeksi,” jelasnya.

Terapi plasma konvalesen, kata Renny lagi, berpijak pada pemahaman bahwa seorang penyintas infeksi, setelah sembuh akan membentuk antibodi dalam tubuhnya. “Acuannya, penyintas penyakit itu diharapkan sudah membentuk antibodi yang kemudian disimpan dalam plasma darahnya. Plasma penyintas Covid-19 itu kemudian diberikan kepada orang lain yang sedang menghadapi infeksi virus corona,” tandasnya.

Bagi masyarakat yang pernah terpapar Covid-19 dan hendak berdonasi plasma, syaratnya diantaranya:
1. Berusia 18 hingga 60 tahun.
2. Memiliki berat badan di atas 55 kilogram.
3. Donatur plasma diutamakan pria, dan perempuan yang belum pernah hamil.
4. Calon pendonor pernah terkonfirmasi Covid-19.
5. Memiliki surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat
6. Bebas keluhan minimal 14 hari.
7. Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir.
8. Lebih diutamakan yang pernah mendonorkan darah.

(Dwi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top