Hukum & Kriminal

Setelah Aniaya Anak Kandung, Selfie Digelandang Polisi

Ilustrasi/net-AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Video seorang ibu yang sengaja merekam adegan saat menganiaya seorang bocah dengan balok kayu di Kota Parepare, viral. Belakangan diketahui, pelaku bernama Selfie, 39, yang tak lain ibu kandung dari korban yang masih berusia 10 tahun. Berdasarkan video yang beredar cepat melalui media sosial tersebut, Kepolisian Resort Parepare pun langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing mengatakan, dari hasil penyelidikan terkait kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan pihaknya pasca viralnya video penganiyaan terhadap bocah tersebut, petugas menjemput pelaku yang berdomisili di Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung.

Asian mengatakan, di depan penyidik, pelaku mengakui perbuatannya. Aksi tersebut, dilakukan pelaku karena jengkel setelah tahu sudah dua pekan anaknya tidak mengikuti belajar daring. Dengan balok kayu, pelaku menghajar putrinya. “Pelaku merasa dipermalukan karena laporan guru korban yang mengabarkan jika korban tidak pernah mengikuti pelajaran secara daring,” katanya.

Penganiayaan tersebut, kata Asian lagi, menyebabkan korban mengalami sejumlah luka lebab yang diduga akibat hantaman balok kayu yang digunakan pelaku, pada bagian lengan dan kaki. Namun, jelas Asian, pihaknya juga masih menunggu hasil visum dari pihak RSUD Andi Makkasau.

Akibat perbuatannya, pelaku diganjar pasal berlapis, yakni pasal 44 ayat 1 UU no 23 tahun 2004, tentang penghapusan kekeresan dalam rumah tangga dan pasal UU 80 ayat 1 UU RI no 35 tahun 2018, tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Dan hingga kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan” tegasnya.

Sekadar diketahui, dalam video berduraei 5,39 menit tersebut, selain berkali-kali memukul korban dengan balok kayu, palaku juga tak segan melontarkan makian dengan nada membentak pada korban. Pelaku bahkan beberapa kali histeris dan melontarkan kata menyesal telah melahirkan putri tunggalnya tersebut. Pelaku jengkel karena korban lebih memilih tinggal di rumah keluarga almarhum suaminya, di Kabupaten Pinrang.

(Dwi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top