Opini

OPINI : Pilkada Selayar, Siapa dengan Siapa?

AKARBERITA.com, Selayar – Pilkada serentak hampir dipastikan akan digelar pada tahun 2020 mendatang, dari 12 Kabupaten di Sulawesi Selatan yang akan menggelar pilkada serentak, Kabupaten Kepulauan Selayar salah satunya, pertanyaan yang selalu muncul dikepala kita adalah,Siapakah yang akan menjadi penantang paling berpotensi bagi petahana?

beberapa tokoh yang ada di Kepulauan Selayar seperti Zainuddin yang nota bene sebagai Wakil Bupati, Saiful Arif, Aji Sumarno, Ince Langke, Adi Ansar, Akbar silo sebagai pendatang baru, lalu Azwar Ahmad yang biasa juga disebut sebagai tokoh pemuda kesemuanya sama-sama punya peluang untuk bertarung pada pilkada di Kabupaten Kepulauan Selayar nanti.

Mereka tentu punya strategi masing-masing bagaimana nanti bisa masuk dalam pencalonan dan memenangkan pilkada, dan yang paling berpotensi memenangkan pilkada adalah dia yang mampu menjawab harapan-harapan masyarakat.

Rasa-rasanya sudah menjadi komsumsi semua orang bahwa untuk mengalahkan petahana butuh kekuatan ekstra karena kerja-kerjanya sudah kelihatan. Namun masyarakatlah yang seharusnya menilai apakah petahana dianggap berhasil atau tidak, kembali lagi kepada harapan masyarakat, jadi semua punya peluang untuk memenangkan pilkada.

Lalu siapa dengan siapa?

Pertanyaan ini juga sering kita jumpai dibeberapa ruang – ruang diskusi,hampir sebagian besar beranggapan bahwa Saiful Arif adalah sosok yang sering diperbincangkan, dan dianggap paling berpeluang besar memenangkan pilkada ketika berada diposisi calon Wakil Bupati dengan Muhammad Basli Ali sebagai Calon Bupatinya. Ada juga yang menganggap bahwa dengan siapa saja Saiful Arif berpasangan maka hampir dipastikan dialah pemenangnya.

Tapi, kita juga tidak bisa menentukan begitu saja bahwa siapa saja yang akan berpasangan dengan Saiful Arif maka dialah pemenangnya, karena ketika Muhammad Basli Ali misalnya berpasangan dengan Saiful Arif maka paket ini juga belum tentu mampu menjawab harapan-harapan masyarakat Kepulauan Selayar. Saiful Arif yang nota bene sudah pernah menjadi wakil bupati juga sudah terlihat kerja-kerajanya, namun kembali lagi bahwa masyarakatlah yang menilai itu.

Zainuddin juga punya peluang untuk maju melawan petahan dan memenangkan pilkada, sebagai wakil bupati masyarakat juga bisa menilai bagaimana kinerjanya selama menjabat. Ia juga tidak bisa kita ragukan, dengan pengalaman birokratnya 10 tahun jadi Sekretaris Daerah ia tentu punya gerbong dan kekuatan tersendiri.

Kita juga tidak bisa menyepelekan si pendatang baru seperti Akbar Silo yang nota bene sebagai akademisi, Akbar Silo berani hadir dalam bursa tentu bukan hanya bermodal bicara. Namun, ia juga yakin bahwa dengan kemampuan intelektual dan pengalamannya selama ini maka dia mampu merubah Kepulauan Selayar menjadi lebih baik lagi.

Ada banyak tokoh-tokoh senior seperti Ince Langke sebagai orang yang punya pengalaman tanding juga tidak bisa disepelekan. Apalagi baru-baru ini ia kembali membuktikan ketangguhannya dalam pemilu yang baru-baru ini digelar, tentu sosok Ince Langke tidak bisa kita ragukan pada Pilkada yang akan datang ia juga bisa menjadi lawan berat bagi petahana.

Adi Ansar sebagai Ketua Partai Nasdem juga sudah membuktikan diri dalam perperpolitikan di Kepulauan Selayar, 3 periode berhasil terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar dengan partai yang berbeda tentu bukan hal yang mudah untuk meraih semua itu.

Adi Ansar kembali membuktikan diri pada pemilu yang baru-baru ini digelar ia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dengan perolehan suara terbanyak, diantara para tokoh-tokoh politik di Kepulauan Selayar yang ikut bertarung pada Pileg. Tentu nama Adi Ansar akan sangat seksi dibursa pilkada Kepulauan Selayar yang akan datang.

Selain Adi Ansar, ada juga Aji Sumarno ketua partai Kebangkitan Bangsa yang juga punya pengalaman tanding. Alumni STPDN ini juga adalah mantan birokrat, karir terakhirnya sebagai kepala dinas pendidikan menjadikan ia juga punya kekuatan tersendiri. Apalagi, ia juga termasuk keluarga besar Syahrir Wahab yang nota bene adalah mantan Bupati 2 periode, militan sudah pasti ada, dan soal ilmu pemerintahan kita tidak bisa ragukan lagi.

Lalu ada Azwar Ahmad, yang namanya juga ramai dibicarakan, sebagai tokoh muda mantan ketua DPD KNPI Kepulauan Selayar ini juga memiliki kekuatan tersendiri, kepribadiannya yang gampang bergaul dengan siapa saja itu menjadi kelebihan tersendiri dalam mengambil hati pemilih, pemuda sebagian besar tentu akan mendukung Azwar Ahmad atau yang biasa disapa Chua.

Lalu siapa yang paling berpotensi memenangkan pilkada? Apakah kandidat yang paling pintar, paling mengerti manajemen pemerintahan, dermawan, religius, merakyat, atau kandidat yang paling berpengalaman?

Pertanyaan itu selalu mengisi ruang dalam isi kepala kita, pengamat politik, dan tim sukses.

Dari semua yang saya sebut diatas itu berpotensi untuk berpasangan, tergantung bagaimana lobi-lobi politik masing-masing. Dengan karakter pemilih di Kepulauan Selayar yang langkah dan jarang kita jumpai di Kabupaten lain, tentu mereka masing – masing punya cara sendiri bagaimana mengambil hati pemilih.

Relasi antara pemilih dan pemimpin dalam prosesi pilkada saling berhubungan dan tidak terpisahkan, Di satu sisi, ekspektasi masyarakat sebagai pemilih tentu menginginkan calon pemimpin ideal, yakni pemimpin yang mampu menjawab kebutuhannya dan amanah dalam memimpin pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

Namun di sisi lain, Pemilih juga harus berani bersikap tidak pada praktik politik uang atau suap pada saat proses pilkada, Bagaimana mungkin mendapatkan pemimpin jujur dan bersih jika sebagai pemilih juga tidak jujur dan bersih. Pada dasarnya demokrasi itu ketika masyarakat cerdas dalam menentukan pilihannya.

AKBAR PUTRA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!