Regional

Besok, Polrestabes Akan Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Taruna ATKP

KAMPUS ATKP MAKASSAR.-ILUSTRASI/aKARbERITA-

AKARBERITA.com, Makassar – Aparat Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, rencananya akan menggelar rekonstruksi kembali kasus meninggalnya taruna Akademi Tekniik Keselamatan Penerbangan (ATKP) yang sempat tewas dikeroyok oleh seniornya sendiri.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko mengatakan, selain akan melakukan olah tempat kejadian perkara, pihak kepolisian akan memetakkan sejauh mana peran pelaku yang begitu tega menghabisi nyawa juniornya, Aldama Putra Pongkala.

“Besok rencananya, kita akan hadirkan untuk memperagakan proses penganiayaan yang dilakukan oleh senior-seniornya hingga korban (Aldama) menghembuskan nafas terakhirnya,” katanya.

Indratmoko menambahkan, pihaknya akan melakukan rekontruksi dengan menghadirkan seluruh saksi-saksi yang sudah diperiksa. “Kita cari tau dan gerakan nya menghabisi Juniornya seperti apa,” tukasnya.

Indratmoko menuturkan dari proses rekonstruksi ini nantinya bisa di tau siapa tersangka. Apakah ada tersangka lainnya melakukan penganiayaan. Selain itu, lanjut Indratmomo, dari proses rekonstruksi tersebut bisa terungkap pelaku lainnya, sehingga penyidik kembali menetapkan tersangka lainnya.

“Kita akan liat dari rekonstruksi itu siapa-siapa yang yang terlibat. Senin (18/3) besok Insyaallah pukul 10.00 wita, kita akan melakukan rekonstruksi di kampus ATKP Makassar. Kami sudah komunikasi dengan pihak kampus,” lanjutnya.

Olehkarena itu, kata Indratmoko lagi, dalam rekontruksi, polisi juga mengundang Jaksa untuk melihat langsung jalannya proses rekonstruksi besok. Hal tersebut dilakukan agar Jaksaya dapat melihat secara langsung proses penganiayaan terhadap Aldama.

“Nanti jaksa juga akan ikut hadir. Berkasnya juga sudah kita serahkan ke Kejari Makassar, dan proses rekonstruksi yang ini jadi pelengkap untuk berkas-berkasnya yang sudah stor duluan,” tutupnya.

(Yudha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!