Halo Kecamatan

Bacukiki Jadikan Musrembang Sebagai Forum Kemasyarakat

camat bacukiki iskandar nusu saat pembukaan musrembang di Baruga Peduli Lemoe. -Gits/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) khususnya ditingkat kecamatan, dinilai positif. Pasalnya, forum tersebut menjadi momentum yang tepat untuk melakukan penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan usulan rencana kegiatan kelurahan dengan program yang ada di kecamatan. Hal tersebut diungkapakan Camat Bacukiki Iskandar Nusu saat membuka acara Musrembang Kecamatan, di Baruga Peduli Lemoe, Rabu (13/2).

“Di forum ini, usulan dari kelurahan kita integrasikan dengan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan,” papar Iskandar

Iskandar mengatakan, musrembang kecamatan merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat yang lebih luas. Hal ini penting, sebab musrembang menjadi media pemerintah untuk melibatkan partisipasi masyarakat.

“Pelibatan masyarakat dalam pembangunan sudah tentu mutlak adanya, disamping merangkul keikutsertaan masyarakat itu sendiri, partisipasi yang diberikan secara tidak langsung memberi peningkatan kapasitas program yang dijalankan, maupun bagi masyarakat itu sendiri,” terangnya.

Apalagi kebijakan perencanaan untuk tahun 2020 ini, kata Iskandar, Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare telah mengalokasikan pagu indikatif wilayah khusus untuk Kecamatan Bacukiki sebesar Rp2,4 miliar lebih untuk kemudian dibagi kepada empat kelurahan yang berada diwilayah Bacukiki.

“Jadi alokasi pagu wilayah untuk Bacukiki Rp2,4 miliar dan itu adalah jumlah terbesar kedua dari 4 kecamatan lainnya. Sehingga kita patut bersyukur atas perhatian pemerintah yang cukup besar kepada masyarakat Bacukiki,” urai Iskandar.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Komisi 2 Parepare Minhajuddin Ahmad mengharapkan, agar para Kepala SKPD teknis yang hadir pada musrembang kecamatan ini dapat segera menyerap usulan dari masyarakat kedalam pagu sektoralnya. Sebab, usulan-usulan yang lahir di musrembang kelurahan dan kecamatan ini tidak semua dapat diakomodir pada pagu wilayah.

“Karena kita inginkan alokasi pagu wilayah dititikberatkan untuk mengakomodir kebutuhan dalam hal pemberdayaan masyarakat sebab langsung menyentuh masyarakat. Dan usulan yang berkaitan dengan kebutuhan warga dibidang infrastruktur sebaiknya diakomodir di pau sektoral,” tandasnya.

Pada kegiatan musrembang ditingkat kecamatan ini dihadiri oleh Forkopimcam Bacukiki, Perwakilan Bappeda dan Kepala SKPD Teknis, para Lurah serta delegasi se-kecamatan Bacukiki yang berjumlah 20 orang.

(Gits)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!