Politik & Parlemen

KPU Parepare Kembali Sasar Pemilih Pemula

Sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula yang digelar KPU Parepare di Balai Ainun Parepare. -ist/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Semakin mendekati pesta demoktrasi Pemilihan Umum (Pemilu) pada April mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare makin intens melakukan sosialisasi demi meningkatkan partisipasi pemilih dan ikut memberikan hak suaranya pada hari pemilihan. Kelompok yang disasar kali ini, pemilih pemula, yang ditandai dengan sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula. Kegiatan digelar di Balai Ainun Parepare, Jumat (8/2).

Komisioner KPU Parepare Devisi SDM, Sosilaisasi dan Parmas Firman Mustafa mengatakan, semakin giatnya sosialisasi yang dilakukan KPU Parepare dengan menyasar pemilih pemula, atas dasar UU no 7 tahun 2017 memberikan jaminan bagi pemilih pemula yang telah genap berusia 17 tahun untuk menyalurkan hak pilihnya di pemilu 2019. Selain itu, kata Mustafa, dinilai penting karena secara kuantitas jumlah pemilih pemula terbilang besar, sehingga sangat rawan dipolitisasi dan dijadikan sebagai alat komoditas politik untuk mendongkrak popularitas oleh pihak tertentu, yang tidak bertanggungjawab.

Firman mencontohkan, di Parepare misalnya, jumlah pemilih pemula berada diangka 2.947. Dengan belum cukupnya pengalaman kepemiluan yang dimiliki para pemilih pemula, dianggap penting memberi pendidikan kepemiluan, khususnya pemberian suara saat di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Pemilih pemula rawan dipengaruhi, di didekati dan dimobilisasi. Ini tak lepas dari dari karakter pemula yang masih labil dan emosional,” ujarnya.

Ditambahkan Firman, dalam kegiatan tersebut, melibatkan nara sumber komisioner KPU Parepare lainnya dan diikuti puluhan pelajar perwakilan sekolah tingkat atas se-Kota Parepare yang usianya telah genap 17 tahun.

Hal yang sama dikatakan Ketua KPU Parepare Hasruddin Husain. Menyasar pemilih pemula dalam menanamkan ilmu kepemiluan karena pemilih pemula rawan dijadikan sasaran untuk orang mempraktekan politik uang, sehingga dalam konteks ini pemula tidak lagi menjadi generasi muda yang cerdas dan merdeka dalam menentukan nasib bangsa Indonesia melalui Pemilu 2019.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap bahwa pemilih pemula menjadi generasi muda bangsa indonesia yang cerdas dan merdeka dalam menyalurkan hak pilihnya di pemilu 2019 demi masa depan Indonesia dan Parepare secara khusus,” katanya.

(Dwi)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!