Hukum & Kriminal

Peduli Anak, Lapas Kelas II A Maros Antar Tahanan Anak Hingga ke Rumah

Lapas Kelas II A Maros
Salah satu layanan Lapas Kelas II A Maros terhadap napi usia anak yang telah menyelesaikan masa tahannya, dengan mengantarkan hingga ke rumah masing-masing. -Naila/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Maros – Sebagai bentuk dukungan terciptanya Kabupaten Maros daerah layak anak, Lapas Kelas II A Maros memberikan pelayanan khusus untuk napi anak. Salah satunya, mengantar pulang hingga ke rumahnya napi anak yang masa tahanannya telah selesai.

Hal itu dikemukakan Kepala Lapas Kelas IIA Indra S Mokoagow, Kamis (17/1). Dijelaskan, setidaknya ada 36 napi usia anak yang dibina di Lapas kelas IIA Maros. Sebagai salah satu Lapas anak kata Indra, sudah sewajarnya mereka memberikan hak-hak anak yang menjadi binaan mereka, termasuk mengembalikan napi binaan ke lingkungan dan keluarganya.

Pihaknya, kata Indra, juga memastikan anak binaan diterima kembali oleh keluarganya seperti sedia kala.

“Kami memilih terobosan baru ini, karena kami merasa, mereka yang terjerat dengan permasalahan sama seperti anak-anak lainnya. Jangan sampai karena mereka telah menjalani masa hukuman, kemudian mereka dikucilkan, hak-hak mereka sebagai anak dirampas. Inilah tugas kami, membina mereka, supaya mereka bisa kembali diterima dikeluarganya,” paparnya.

Lapas Kelas IIA Maros, jelas Indra, juga mengajak 15 orang napi anak untuk rekreasi. Hal ini untuk memenuhi hak relatif, hak rekreasi anak. Anak, kata dia, bisa lebih baik sejak dia mulai masuk hingga keluar dari masa binaan. “Negera tidak berhak membuat mereka lebih buruk dari sebelumnya. Dengan membuat mereka pendidikan yang maksimal,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Maros AS Chaidir Syam mengapresiasi langkah Lapas mengantar anak yang sudah bebas langsung ke rumahnya. Pelayanan tersebut, kata dia, salah satu penghargaan ke anak sehingga anak saat tiba di rumah merasa diterima oleh keluarga.

“Tentu ini sangat baik untuk psikologi anak, diantar hingga ke rumahnya untuk memastikan mereka diterima kembali dikeluarga dan lingkungannya sehingga anak tersebut dapat tumbuh menjadi anak yang lebih baik dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya,” urainya .

Ditambahkan Chaidir, program tersebut sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban Lapas telah membina anak sehingga anak menjadi lebih baik dan tidak mengulang kesalahan yang telah diperbuat.

(Naila)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!