Daerah

KPPBC Parepare Gelar Sosialisasi Penguatan Reformasi Kepabeanan

Suasana sosialisasi Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai di Hotel Kenari Bukit Indah Parepare. -Luki/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Sosialisasi Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai, yang digelar Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Kota Parepare, bertujuan untuk menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal Bea Cukai, telah melakukan reformasi terkait pengawasan dan pelayanan sejak tanggal 12 Juli lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala KPPBC TMP C Parepare Eva Arifah Aliyah, di Hotel Kenari Bukit Indah, Parepare, Kamis (08/11).

Eva mengatakan, pencanangan dilakukan oleh Kemenkeu, dalam rangka untuk meningkatkan performa pelayanan kepada konsumen maupun masyarakat secara umum, meningkatkan kepercayaan publik, serta memaksimalkan kinerja Bea Cukai yang akuntabel dan kredibel.

“Kita terus berusaha maksimal untuk menjadi lebih baik, dan itu tentunya tak lepas dari peran kita semua sebagai pengguna jasa Bea Cukai,” katanya.

Eva mengapresiasi dan berterimakasih, atas kehadiran para konsumen, yang rela meninggalkan aktivitas dan pekerjaan demi mengikuti sosialisasi tersebut.

Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas dan Pengawasan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Sulbagsel Ayyub Yanuar memaparkan, kegiatan bea cukai akan lebih sempurna jika mendapat dukungan dari konsumen dan stakeholder yang ada. Karena, katanya, bea cukai juga tidak dapat berjalan sendiri, sehingga sosialisasi ini untuk mengetahui pelayanan standar yang menjadi hak konsumen.

“Pelayanan harus maksimal karena konsumen memberikan kontribusi besar dalam hal penerimaan pajak negara. Oleh karena itu, kami senantiasa menjaga reputasi berasal dari masyarakat dan harus dijaga, karena baik buruknya reputasi akan berdampak pada penerimaan pajak kami,” terangnya.

Ayyub menambahkan, konsep reformasi dari kelembagaan di antaranya, SDM, organisasi, infrastruktur, dan anggaran. Adapun, lanjutnya, dari segi teknis di antaranya, proses bisnis, peraturan, dan sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

“Jadi, kita meminta dukungan konsumen supaya lebih baik lagi dalam pelayanan. Masukan, dan hal-hal terkait dukungan, yang bisa dilaporkan melalui layanan pengaduan, dan itu kami lakukan tentu karena ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

(Luki)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!