Figur

Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional, AGH Ambo Dalle Akan Diseminarkan

Prof Hamka Haq (kiri) dan salah seorang ulama besar Parepare Prof Abd Rahim Arsyad (kanan)./-Ist/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Darud Dakwah wal Irsyad (DDI) yang didirikan oleh AGH Abdurahman Ambo Dalle di Mangkoso, Kabupaten Barru tahun 1930, kini berkembang menjadi ormas yang membawahi ratusan cabang, ribuan madrasah, ratusan pesantren dan sejumlah Perguruan Tinggi Islam tersebar khususnya di wilayah Timur Indonesia.

Di bawah kepemimpinan AGH Ambo Dalle, DDI telah melahirkan sejumlah ulama besar, yang berkiprah di tingkat nasional dan daerah. Seperti di antara lain Prof KH Ali Yafi (Mantan Ketua Umum MUI Pusat, dan mantan Rais Am Syuriah PBNU), AGH Sanusi Batjo (Rais Syuriah PB NU, Ketua Umum MUI Sulsel 1995–sekarang), adalah alumni Pesantren DDI. Bahkan dapat dikatakan sebagian besar ulama dan cendekiawan Islam, bahkan pejuang kemerdekaan RI di Sulsel adalah alumni madrasah DDI di kampungnya.

Dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, AGH Ambo Dalle telah menanamkan spirit kemerdekaan di kalangan santrinya. Tak sedikit ustadz dan pembina DDI gugur dalam perang melawan tentara Jepang dan Sekutu.

Lahirnya TRIPS (Tentara Republik Indonesia Persiapan Sulawesi) pimpinan Andi Mattalatta yang kemudian bergabung dengan Laskar di Jawa, adalah berkat dukungan moril dari ulama kharismatik AGH Ambo Dalle.

Bahkan terlaksananya konferensi kelaskaran di Paccekke Barru, 20 Januari 1947, atas mandat Panglima Soedirman adalah tak lepas dari dukungan moril ulama tersebut. Konferensi tersebut melahirkan Divisi TRI (Tentara Republik Indonesia) Sulawesi Selatan-Tenggara (Sulselra) sebagai embrio Kodam XIV Hasanuddin.

Atas dasar itu, inisiator Seminar Nasional Penganugrahan Pahlawan Nasional Anregurutta’ KH Abdurrahman Ambo Dalle, Prof Hamka Haq mengatakan, mengingat pengaruh besar AGH Ambo Dalle bagi umat Islam Sulsel, maka tidak heran jika kekuatan-kekuatan sosial politik sejak zaman Orde Baru, selalu berusaha memberi penghormatan kepada beliau, pengikut dan pengagumnya.

“Untuk kepentingan lebih besar di saat sekarang, patutlah beliau diberi gelar Pahlawan Nasional, tidak sekedar menghormati jasa beliau dalam dunia pencerdasan bangsa, tetapi juga dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia,” kata Prof Hamka, Minggu (14/10).

Senator dari PDIP itu mengungkapkan, rencananya Seminar Nasional tersebut sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu (28/10) mendatang di Parepare.

“Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan,” tutupnya.

Perlu diketahui, pada umumnya warga DDI menganut paham Ahlusunnah Waljamaah (Aswaja) yang dikembangkan oleh NU, sehingga secara otomatis warga DDI adalah juga warga NU. Bahkan, struktur kepengurusan DDI pada umumnya adalah ulama, tokoh dan petinggi NU di Sulsel. Namun, dalam aktifitas sosial keagamaan, mereka lebih eksis sebagai warga DDI, hal ini tampak pada madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam yang pada umumnya berafiliasi ke ormas DDI.

(Luki)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!