Ekonomi & Bisnis

Pengusaha Tempe di Parepare Memilih Bertahan di Tengah Melemahnya Rupiah

pengusaha tempe parepare
Usaha tahu tempe di Parepare ikut merasakan dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar. -ist/AkarBerita-

AKARBERITA.com, Parepare – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang saat ini berada di kisaran Rp14.891, ikut berdampak pada kenaikan harga kedelai, bahan baku panganan tahu dan tempe. Meski begitu, sejumlah pengusaha tahu dan tempe memilih tidak menaikkan harga atau mengurangi porsi bahan baku, karena alasan kepuasan konsumen.

Sekadar diketahui, per satu dollar Amerika bahkan sempat menembus angka Rp15 ribu.

Nanda Kurnedi, salah satu pengusaha tahu dan tempe di Cempae, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Jumat(7/9) mengatakan, sejauh ini bahan baku kacang kedelai yang didapatkannya adalah impor dari Australia dan Amerika.

Harganya bahan bakunya, kata Nanda, ikut mengalami kenaikan menjadi Rp8.400 perkilo, dari sebelumnya hanyaRp 7.900 perkilo. “Tapi kami memilih bertahan tidak menaikkan harga,” katanya.

Nanda mengatakan, meski merugi, pihaknya juga belum berfikir untuk mengubah takaran bahan baku dalam memproduksi tahu dan tempe usaha miliknya. “Resikonya sangat besar, karena akan berdampak pada pembeli. Permintaan akan semakin turun.

(Syari)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
error: Content is protected !!