Parepare

Pembelajaran Tatap Muka di Parepare Diperketat

AKARBERITA.com, Parepare РMemasuki 2022, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) lebih memperketat pengawasan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sekolah. Itu karena semua sekolah jenjang pendidikan SMP dan SMA sederajat di Parepare, sudah melaksanakan PTM Terbatas.

 

Selain protokol kesehatan (Prokes) aturan vaksinasi siswa juga menjadi perhatian. Itu karena anak usia 12 tahun atau duduk di bangku SMP sudah diharuskan divaksin.

 

Hal ini diungkap Kepala Disdikbud Parepare, Arifuddin Idris, Kamis, 6 Januari 2022. Arifuddin mengemukakan, vaksinasi untuk siswa ini sudah mencapai 83 persen, dan terus diedukasi agar siswa yang belum vaksin untuk segera divaksin. “Jadi data kami dari 6.000 siswa yang harus divaksin, yang belum divaksin itu tersisa 700 orang. Atau 83 persen yang sudah divaksin. Karena itu, bagi siswa yang belum divaksin karena ada kendala atau sesuatu hal, hanya boleh belajar Daring di rumah. Karena kami sangat menjaga keamanan siswa belajar tatap muka di sekolah,” tegas Arifuddin.

 

Sementara aturan PTM terbatas di sekolah, kata Arifuddin, tetap sama seperti sebelumnya. Namun lebih diperketat menyusul merebaknya varian baru virus Corona (Covid-19) yakni Omicron. “Omicron ini yang sangat kami antisipasi. Makanya pengawas sekolah yang turun ke sekolah-sekolah kami minta tidak hanya mengawasi tentang kurikulum tapi juga penerapan protokol kesehatan di sekolah,” imbuh Arifuddin.

 

Terkait evaluasi PTM Terbatas, Arifuddin menekankan, yang perlu dipertimbangkan adalah penambahan jam belajar dari 3 jam saat ini menjadi 4 jam. “Tapi itu masih dalam kajian. Penambahan jam belajar tetap menjadi keputusan pimpinan dalam hal ini kepala daerah. Yang jelas protokol kesehatan harus tetap ketat, agar proses belajar tatap muka bisa dipastikan aman, tertib, dan terkendali,” kata Arifuddin.

 

Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe mengingatkan agar PTM di sekolah intens dievaluasi agar bisa dipastikan berjalan aman, tertib, dan lancar. “Terus lakukan evaluasi apa yang mesti dibenahi. Pastikan anak-anak kita aman mengikuti belajar tatap muka. Tetap patuhi protokol kesehatan, dan bagi siswa yang harus vaksin, segera divaksin. Karena kita ingin menciptakan herd immunity dari sekolah, dan tingkat vaksinasi bisa mencapai 95 persen,” tandas Taufan Pawe.

(Ayu)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

To Top